Kalkulator Puasa Intermiten
Jendela makan dan puasa Anda untuk protokol apa pun
Jendela puasa
16:00:00
Kalkulator Puasa Intermiten
Puasa intermiten bergantian antara jendela makan dan puasa. 16:8 berarti 16 jam puasa dan jendela makan 8 jam — protokol paling populer. Atur waktu makan pertama Anda dan alat ini memetakan jam yang tepat; gabungkan dengan kalkulator kalori untuk menurunkan lemak.
Cara menggunakan kalkulator puasa ini
Pilih protokol puasa — 14:10, 16:8, 18:6, 20:4, atau OMAD (satu kali makan sehari) — lalu masukkan jam makan pertama Anda. Kalkulator langsung menampilkan jendela makan dan jendela puasa Anda, tanpa perlu mendaftar. Anda juga bisa memulai timer langsung bawaan: ia menghitung puasa secara real-time, tetap berjalan meski halaman ditutup, dan berbunyi saat jendela berganti.
Cara membaca hasil Anda
Jendela makan dimulai dari makan pertama dan berlangsung selama jam yang diizinkan protokol — 8 jam pada 16:8, 6 jam pada 18:6, hanya 1 jam pada OMAD. Sisanya adalah jendela puasa yang berlanjut sampai makan pertama keesokan harinya. Pada 16:8 dengan makan pertama pukul 12:00, Anda makan pukul 12:00–20:00 dan berpuasa dari 20:00 hingga tengah hari. Timer menampilkan sisa waktu fase saat ini dan menghitung siklus yang selesai.
Sains di balik puasa
Setelah sekitar 10–12 jam tanpa makanan, cadangan glikogen hati menipis dan tubuh beralih membakar lemak serta memproduksi keton — yang disebut sakelar metabolik. Selama puasa, insulin tetap rendah sehingga lemak tersimpan lebih mudah digunakan. Uji klinis menunjukkan puasa intermiten menghasilkan penurunan berat badan yang sebanding dengan pembatasan kalori biasa, terutama karena jendela makan yang lebih pendek berarti kalori lebih sedikit; bukti jangka panjang untuk manfaat lain masih terus berkembang.
Keterbatasan dan tips praktis
Puasa intermiten tidak cocok untuk semua orang: jika Anda hamil atau menyusui, mengonsumsi obat diabetes, atau punya riwayat gangguan makan, konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan. Mulailah perlahan dengan 14:10 atau 16:8 dan minum banyak air selama puasa. Padukan jadwal Anda dengan kalkulator TDEE dan defisit kalori kami — dan catat makanan Anda di aplikasi CaloNote agar tetap konsisten di dalam jendela makan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- What is an intermittent fasting calculator?
- An intermittent fasting calculator works out your exact eating and fasting windows once you pick a protocol and your first meal time. For example, 16:8 means 16 hours of fasting and an 8-hour eating window each day.
- How do the 16:8, 18:6, 20:4, and OMAD protocols differ?
- The numbers are fasting hours to eating hours: 16:8 gives an 8-hour window, 18:6 a 6-hour window, and 20:4 a 4-hour window. OMAD means one meal a day, the most restrictive option with a roughly 23-hour fast.
- Which intermittent fasting schedule is best for beginners?
- 16:8 is the most popular starting point because the 16-hour fast often overlaps with sleep, making it easier to sustain. More aggressive protocols like 20:4 or OMAD shorten the eating window further and may suit experienced fasters better.