Kalkulator Pemulihan Detak Jantung
HRR 1 menit dan penilaian kebugaran Anda
detak jantung Anda di akhir latihan, mis. 170
detak jantung 1 menit setelah mulai pemulihan, mis. 140
Kalkulator Pemulihan Detak Jantung
Seberapa cepat detak jantung Anda turun setelah berolahraga adalah salah satu jendela paling sederhana untuk melihat kebugaran kardiovaskular dan kesehatan otonom. Masukkan detak jantung puncak Anda dan detak jantung Anda satu menit setelah berhenti, dan kalkulator ini mengembalikan pemulihan detak jantung Anda dalam denyut per menit serta penilaian yang sesuai. Pantau dalam kondisi yang sama untuk melihat kebugaran meningkat seiring pemulihan Anda yang semakin cepat.
Pemulihan detak jantung (HRR) adalah seberapa banyak denyut nadi Anda turun pada menit pertama setelah menghentikan latihan berat. Penurunan yang lebih cepat mencerminkan reaktivasi parasimpatis (vagal) yang lebih kuat dan kebugaran kardiovaskular yang lebih baik. Sebagai panduan kasar, penurunan kurang dari 12 bpm dianggap buruk dan dikaitkan dengan risiko kesehatan yang lebih tinggi, sedangkan 25 bpm atau lebih sangat baik. Ukurlah dari intensitas dan postur pemulihan yang konsisten agar dapat dibandingkan dari waktu ke waktu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- What is heart rate recovery?
- Heart rate recovery (HRR) is how many beats per minute your heart rate drops in the first minute after stopping exercise. It is calculated as peak heart rate minus your heart rate one minute later, and reflects how well your autonomic nervous system responds.
- How do I measure my heart rate recovery?
- Exercise until your heart rate is elevated, note the peak value, then stop and stay still. Exactly one minute later, measure your heart rate again. Enter both numbers and the calculator subtracts them to give your one-minute HRR.
- What is a good heart rate recovery value?
- A one-minute drop of more than 18 beats is generally considered healthy, and faster recovery indicates better cardiovascular fitness. A drop of 12 beats or fewer after one minute is often flagged as a sign of poorer fitness or higher risk.